bookmark_picture module_picture
 

Sponsor Link

Tajuk Media & Opini

Tajuk Media dan Opini
Joged Nggak Karuan Jadi Hits di Interne...
Jakarta - Bagaimana mungkin tarian buruk...
More  ]
FIFA Hapus Nama Nurdin Halid
Federasi Asosiasi Sepakbola Dunia (FIFA)...
More  ]
Stephen Hawking Dorong Era Baru Penakluk...
Washington (ANTARA News) - Astrofisikawa...
More  ]

Sponsor

Halaman Depan arrow Tajuk Media Indonesia arrow Dipijat Dalam Mikrolet
 
Dipijat Dalam Mikrolet Print E-mail
Monday, 28 July 2008
 

Kejadian ini udah jadul banget deh. Waktu itu saya pulang kantor naik mikrolet di perempatan Pondok Indah - Simatupang. Saya naik mikrolet yang kebetulan kosong. Cuma ada satu penumpang dan saya sendiri di bangku bagian belakang. Satu orang lagi di samping sopir.

Empat orang masuk hampir bersamaan ke mikrolet yang saya tumpangi. Salah satunya minta saya bergeser karena dia mau duduk pas di belakang sopir. Sekarang posisinya begini, orang yang menggeser saya, saya, trus dua orang lagi di sebelah kiri saya. Jadi saya diapit. Satu lagi di depan saya.

Orang di depan saya mulai membagi-bagikan selebaran. Saya baca, ini iklan tukang pijat. Trus si orang yang di depan saya ini ngaku sebagai si tukang pijat. Orang di sebelah kanan saya penuh antusias mulai nanya-nanya, "Wah, pijat ya?". Dipancing begitu si tukang pijat mulai promosi. Kaki orang di sebelah kiri saya ditarik trus mulai dipijat. Sambil terus ngoceh mendiagnosa penyakit orang di sebelah saya.

Sekarang kaki saya yang ditarik, diluruskan sambil digetar-getarkan.
"Suka pegel ya kalo bangun tidur?" katanya sambil terus menggerak-gerakkan betis saya. Anehnya kok saya ngerasa HP saya yang saya kantongi di saku celana kiri depan saya bergerak-gerak. Makin naik. Saya biarkan. Mungkin perasaan saya aja. Sekilas kan wajar kalo ada getaran, barang-barang disekitarnya ikut bergerak.

Tapi saya udah mulai sedikit paranoid dan ga mau ambil resiko. Saya raba HP saya, loh...ternyata emang udah naik. Hampir keluar lagi. Untup-untup kata orang Jawa. Langsung saya masukkan lagi. Saya liat-liat ke kiri berusaha menyelidik siapa yang coba main-main sama HP tuwir saya. Orang di sebelah saya belagak ga terjadi apa-apa. Tangannya rapih mengatup di atas tasnya yang ditaruh di atas pahanya. Saya langsung curiga yang beraksi orang di sebelah kirinya. Mungkin tangannya menyelinap di bawah tas orang di sebelah saya. Si tukang pijat trus nanya, pura-pura heran, "Ada apa Pak?"

Saya cuma senyum, "Ga papa kok, cuma benerin HP". Trus lucunya si tukang pijat ini langsung berhenti mijat saya. Padahal lumayan juga loh pijatannya. Ocehannya juga berhenti. Sekarang dia pura-pura liat ke arah depan mikrolet. "Kiri!" si tukang pijat tadi trus turun begitu mikrolet berhenti. Bareng sama tiga orang lainnya yang tadi mengapit saya. Tuh kan, ternyata emang rombongan.

Ada-ada aja ya, para 'pengusaha' tadi. Mana ga pamit lagi pas turun. Malu kali ya kalo usahanya gagal :-D. Mudah-mudahan berikutnya mereka jadi pengusaha yang sopan dan baik budinya.


Quote this article in website Related articles Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.7 © 2007-2008 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
Next >
 
Free Web Hosting with Website Builder

Bookmark Ngopini

Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: StumbleUpon Add to: Yahoo Add to: Technorati Add to: Google
Social Bookmarking

Lintasan Ngopini





GrowUrl.com - growing your website

Statistics

Visitors: 50871
Copyright (c) 2008 Ngopini.Com. All rights reserved. Template designed by JOOMS