Saya selalu terpikir sesuatu yang menggelitik tiap kali nonton film koboi Hollywood, atau film lain yang menampilkan Indian Amerika. Dari mulai jaman John Wayne sampai Jackie Chan di Shanghai Noon, semua karakter Indiannya ga pernah berkumis, apalagi berjenggot. Suka perhatikan ga ya? Saya trus membandingkan dengan ras lainnya, kulit putih (kaukasian), asia (mongoloid), kulit hitam (afrika), india, timur tengah, semuanya pasti ada yang berkumis (walaupun ada juga yang klimis). Ras mongoloid yang relatif kurang berambut aja banyak yang berkumis.
Kayaknya kok ga berbobot amat sih bahas kumis. Iya juga sih, tapi kenapa tidak kalau ternyata ada penjelasan ilmiahnya dibalik itu? Tadinya saya berpikir mungkin karena dulu Indian Amerika diposisikan sebagai musuh, peran antagonis yang harus kalah dan koboi selalu jadi jagoannya. Untuk peran itu, suku Indian digambarkan misterius, serem dan ga pernah ketawa (sama kayak tokoh-tokoh Uni Sovyet di film Hollywood jaman perang dingin dulu). Tapi makin kesini - dan peran suku Indian sudah diperlakukan lebih manusiawi, bahkan menjadi tokoh sentral yang bijak - kok mereka tetep aja digambarkan klimis (padahal apa hubungannya ya tokoh antagonis sama klimis? ga banget sih).
Dari pencarian di internet, saya mampir di homepagenya Charles Stuart, yaitu semacam web pribadi (kalau sekarang blog kali ya, soalnya artikel di sini bertahun pertengahan 1990-an) yang membahas masalah rambut manusia. Charles Stuart ini waktu itu hanya seorang pencari kerja yang memanfaatkan homepagenya ini untuk dilampirkan bersama CV-nya sebagai portfolio hasil penelitian pribadinya. Validitasnya...sebenernya masih perlu dipertanyakan lagi kalau dikaitkan metode dan samplingnya. Di situ ga dijelaskan bagaimana caranya dia meneliti.
Saya coba kutip pernyataannya mengenai hasil penelitiannya tentang Indian Amerika :
From the results I have received so far, it is apparent that though American Indians are amongst the least hairy ethnic groups, people of mixed race are often hairy. But, hairy men of mixed race which includes American Indian often grow their body hair later than other hairy men. Some extreme cases include men who did not become hairy until their mid to late twenties. This should not be confused with the tendency of hairy men to continue growing hair (in new places) well into their thirties. This suggests to me that the American Indian race is generally hairless because of neoteny. Neoteny is the retention of juvenile physical characteristics in the adult individual.
Lengkapnya maksud dari Neoteny ini sendiri menurut FAO adalah : The retention of juvenile body characters in the adult state, or the occurrence of adult characters in the juvenile state (liat di sini).
Trus ada lagi artikel dari sebuah blog yang mengutip kalimat dari The Idea of Race yang sayangnya URL-nya udah ga exist, berbunyi :
Some physical characteristics such as black hair are common among many, but not all, Native Americans. Others, including head and body shape, height, skin color, and facial hair, vary significantly. Native American men from Pacific Coast tribes, for example, often have heavy facial hair while other Native American men have none.
Jadi kesimpulan sementara saya, Indian Amerika itu memang relatif ga berkumis dan berjenggot, disebabkan karena karakter fisik ras mereka yang memang demikian. Bukan semata-mata tipologi karakter yang diciptakan oleh industri sinema Hollywood.