bookmark_picture module_picture
 

Sponsor Link

Tajuk Media & Opini

Tajuk Media dan Opini
Presiden Ingatkan Perkuat Pasar Kerajina...
Jakarta, 23/4 (ANTARA News) - Presiden S...
More  ]
Sebut Natsir Layak Jadi Panutan Presiden...
Kalla dalam Peringatan 100 Tahun Mohamma...
More  ]
Stephen Hawking Dorong Era Baru Penakluk...
Washington (ANTARA News) - Astrofisikawa...
More  ]

Sponsor

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Syndicate

Halaman Depan
 
Indonesian Idol, Sudahkah Berhasil? Print E-mail
Tuesday, 10 June 2008
 

Membaca berita beberapa hari yang lalu tentang jawara American Idol 2008, David Cook, yang belasan lagu dalam album perdananya secara bersamaan bertengger di puncak tangga lagu populer Amerika menimbulkan decak kagum saya. Secara langsung dan tidak langsung Cook memang telah menjadi idola Amerika saat ini.

 

Ia bukan saja menaklukkan kompetisi tapi juga secara komersial telah menaklukkan pasar Amerika, yang notabene berarti juga menaklukkan pasar musik dunia. Ia bahkan disebut juga menekuk rekor The Beatles yang beberapa lagunya pernah juga menembus tangga lagu tapi dengan jumlah lagu yang lebih sedikit namun tidak bersamaan.

 

Saya melihat ini sebagai keberhasilan total budaya pop melalui televisi. Berhasil secara komersial karena dalam format reality show, American Idol telah menarik minat pemirsa. Belum lagi pemasukan dari text message (sms) dan berbagai merchandise. Keberhasilan ini makin lengkap dengan hadirnya juri-juri yang kapabel. Randy Jackson yang mantan personil The Jackson, musisi dan manajer band; sepertinya mewakili komentar tentang musikalitas kontestan. Ada pula Paula Abdul yang penari dan penyanyi. Lalu yang last but not least, karena pasti lebih dikenal karena komentar pedasnya, Simon Cowell. Dia ini lebih dikenal sebagai produser. Ketiga juri ini memang kompeten dan kapabel sehingga selama kompetisi pemirsa dimanja oleh penampilan kontestan yang benar-benar berkualitas.

 

Lalu bagaimana dengan Indonesian Idol yang sampai saat ini sudah menapak season ke lima. Sampai dengan season terakhir ini, saya kok belum melihat penampilan terbaik para kontestannya. Apakah dari sekian juta penyanyi Indonesia, nggak ada yang kualitasnya pantas untuk disejajarkan dengan idola negara lain? Pasti ada dong. Memang alumni pemenang Indonesian Idol ada yang berkualitas, seperti Joy dan Delon, lalu Mike dan Judika. Tapi kok cuma sampai situ ya. Mana lagi yang lainnya. Ikhsan mungkin menjadi idola karena faktor subyektif pengirim sms. Masih asumsi sih, maaf kalo saya menilainya subyektif karena menurut saya kualitas suara Ikhsan belum cukup menjadikannya seorang idola. Rini walaupun bagus, tapi nggak beda dengan artis penyanyi yang udah ada sebelumnya. Belum punya karakter. Terlepas dari kualitas jawara pada season pertama dan kedua, kok sepertinya mandeg setelah kompetisi berakhir. Kualitas suara ternyata tidak secara otomatis membuat mereka berhasil secara komersial.

 

Jurinya juga kok kayaknya belum padu. Selain Indra Lesmana dan Titi DJ, juri ketiga udah gonta-ganti dari Dimas Jay, Mutia Kasim (diganti karena sakit), lalu Indy Barends dan sekarang Anang Hermansyah. Dari juri yang pernah ada, saya menaruh harapan pada Anang. Komentarnya yang (mungkin memang diposisikan sebagai) agak mirip Simon Cowell, memang dibutuhkan dalam membuka mata telinga pemilih untuk tidak hanya melihat pada penampilan, tapi juga kemampuan vokalnya. Mungkin tahun depan perlu dipertimbangkan juri yang seorang produser dan memang terbukti sering - atau paling tidak pernah - menelurkan penyanyi yang tidak hanya bagus secara kualitas, tapi juga populer dan benar-benar bisa menjadi idola. Saya melihat ini, setidaknya sekarang, ada pada Melly Goeslaw. Paling tidak pertimbangkan untuk merekrut juri yang memiliki 'quantum leap vision' dan insting yang bagus untuk dapat mengorbitkan jawara Indonesian Idol yang benar-benar idola Indonesia.

 

Tapi, ngomong-ngomong...adakah yang setuju dengan pendapat untuk tidak bisa membandingkan warna vokal penyanyi Indonesia/Asia dengan vokalis di belahan Eropa/Amerika terutama kalo dikaitkan dengan power?


Quote this article in website Related articles Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.7 © 2007-2008 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
Next >
 
Free Web Hosting with Website Builder

Bookmark Ngopini

Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: StumbleUpon Add to: Yahoo Add to: Technorati Add to: Google
Social Bookmarking

Lintasan Ngopini





GrowUrl.com - growing your website

Sedang Online

Statistics

Visitors: 50863
Copyright (c) 2008 Ngopini.Com. All rights reserved. Template designed by JOOMS