JAKARTA - Dirjen Pajak Depkeu Darmin Nasution resmi terpilih sebagai komisaris utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin. Darmin pun berjanji akan mendorong perbaikan di pasar modal Indonesia.
Menurut dia, sejumlah langkah maju sebenarnya sudah berhasil diwujudkan dan dicapai bursa di tanah air. Namun, hal tersebut perlu terus didorong. ''Kita punya mimpi untuk menuju pasar modal dunia yang terus meningkat kualitasnya,'' ujarnya seusai rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan dan luar biasa BEI kemarin (5/6).
Susunan dewan komisaris baru BEI saat ini adalah Darmin sebagai komisaris utama. Anggota komisaris terdiri atas Mustofa, Felix Subagyo, Berlian Chaerudin, dan Johnny Darmawan.
Darmin mencontohkan sejumlah langkah maju yang terjadi dalam sejarah bursa saham Indonesia. Misalnya, merger Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) menjadi BEI. Darmin tercatat sebagai salah seorang yang giat mendorong proses merger dua bursa tersebut.
Ke depan, kata dia, agenda paling mendesak dalam upaya meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia adalah menegakkan seluruh aturan. ''Kan banyak. Semua harus ditegakkan. Termasuk, ke perusahaan sekuritas, harus tegas,'' katanya. Yang terpenting saat ini adalah membangun pondasi pasar modal yang lebih kuat.
Dirut BEI Erry Firmansyah optimistis Darmin bakal memberikan angin segar bagi perkembangan pasar modal di tanah air. Posisi Darmin tentu akan memberikan sumbangsih besar. Termasuk, persoalan pajak. ''Akan ada perbaikan di segala bidang, mulai emiten hingga nanti para investor,'' ujarnya. Erry yakin Darmin dan para komisaris lain akan mampu melakukan pengawasan dan mendorong kerja direksi menjadi makin bagus.
Erry menegaskan, tidak ada kesepakatan atau deal apa pun terkait pemilihan Darmin. Dia juga menolak anggapan bahwa Darmin sudah di-setting menang sejak awal.
Sebelumnya, ada dua paket calon dewan komisaris BEI. Selain paket Darmin, ada paket mantan ketua BPPN I Putu Gde Ary Suta yang gagal dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) oleh Bapepam-LK. ''Pak Darmin terpilih secara aklamasi. Itu menunjukkan anggota bursa mendukungnya,'' ujar Erry.
Meski bursa terus bergejolak saat ini, Erry juga tetap yakin situasi akan membaik akhir tahun ini. Kenaikan harga BBM, kata dia, tidak akan terlalu berpengaruh. ''Kasusnya sama seperti pada 2005 (saat pemerintah menaikkan harga BBM). Saat itu market turun, kemudian rebound lagi,'' katanya.
Menurut Erry, masih banyak perusahaan yang berminat dan mengagendakan IPO (initial public offering atau penawaran saham perdana) tahun ini. ''Yang mau go public masih banyak. Di meja kami ada 9-11 perusahaan (yang mengajukan),'' ujarnya. (eri/dwi)
Source : Jawa Pos, 6 Juni 2008
|