bookmark_picture module_picture
 

Sponsor Link

Tajuk Media & Opini

Tajuk Media dan Opini
Gito Meninggal Dengan Indah
Penuturan Michelle, Istri Almarhum JAKAR...
More  ]
Presiden Ingatkan Perkuat Pasar Kerajina...
Jakarta, 23/4 (ANTARA News) - Presiden S...
More  ]
Cuil Tantang Google
SAN FRANSISCO, SENIN - Dalam waktu dekat...
More  ]

Sponsor

 
Ada Apa Dengan Old MacDonald? Print E-mail
Tuesday, 22 April 2008
 

Apa sih yang membedakan pola pendidikan barat dan Indonesia. Pertanyaan seperti ini sering muncul dalam benak saya. Dasar memang bukan pengamat pendidikan dan tidak juga punya basic di bidang pendidikan, saya malah tertarik mengamati pola pendidikan dini melalui lagu anak. Sebenarnya inilah salah satu pendidikan non formal pertama yang membentuk pola pikir balita.

Saya mulai tertarik pada pendekatan pendidikan paling dasar buat anak balita sejak putri saya lahir. Yah, siapa sih orang tua yang tidak tertarik mencari informasi sebanyak-banyaknya buat masa depan anak-anaknya. Selain pola pengasuhan sejak bayi hingga batita, istri saya dan saya selalu mengedepankan pada kreativitas dan kebebasan yang bertanggung jawab (lho, kok jadi kayak slogan pers sih.. Tongue out).

 

Tapi saat tiba waktunya si kecil ini mulai dikenalkan pada dunia sekolah, kami juga mulai ikut belajar menghafalkan lagu-lagu anak-anak, baik itu lagu berbahasa Indonesia maupun Inggris. Kalau lagu anak berbahasa Indonesia, saya yang produk jadul ini masih banyak hafal lagu-lagunya Bu Kasur dan Pak AT Mahmud yang menurut saya sangat mendidik, santun dan tak lekang oleh waktu. Kebetulan tempat tinggal kami dekat dengan lembaga pendidikan pra sekolah yang menerapkan pola pendidikan asing (dalam hal ini Amerika, karena pemilik lembaga pendidikan ini memang orang Amrik). Putri kami ini kami daftarkan untuk mengikuti program toddler dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan tentu saja juga diajarkan lagu-lagu anak berbahasa Inggris. Lagu berbahasa Indonesia tetap dinyanyikan juga sebagai pelengkap bila ada anak didik yang "request". Tidak jarang ada anak didik asing yang minta menyanyi lagu anak Indonesia, seperti Cicak di Dinding.

 

Dari sini saya akhirnya hafal juga beberapa lagu berbahasa Inggris yang liriknya mendidik, sama halnya dengan lagu-lagu Bu Kasur dan Pak AT Mahmud yang saya kagumi. Tapi saya merasakan ada perbedaan pokok antara lagu anak klasik berbahasa Inggris tersebut dengan lagu anak klasik (lagu Ibu dan Bapak pengasuh kita ini bisa dibilang klasik kan?) berbahasa Indonesia. Perbedaan itu terletak pada penekanan untuk mengajari anak dalam memahami sesuatu. Dengan kata lain, pola pendidikan barat (melalui lagu) selain mengenalkan anak pada hal-hal sederhana, seperti alam, hewan, pancaindera, juga mendidik pola berpikir anak secara runtut dan terpola, sementara pada lagu anak klasik Indonesia tidak. Setidaknya sampai sekarang saya belum menemukan lagu dengan pola pendidikan seperti itu. Bingung?

 

Coba kita perhatikan lirik dan cara menyanyikannya (gerakan-gerakan, menirukan suara-suara dan pengulangan-pengulangan bagian-bagian tertentu yang diakumulasikan dalam verse berikutnya atau pada verse terakhir). Begini, saya ambil beberapa contoh saja lagu anak klasik berbahasa Inggris seperti If You're Happy and You Know It, Old MacDonald dan BINGO.

 

If You're Happy and You Know It

 

If you're happy and you know it,
Clap your hands
(Clap hands twice)
If you're happy and you know it,
Clap your hands
(Clap hands twice)
If you're happy and you know it,
Then your face will surely show it
If you're happy and you know it,
Clap your hands.
(Clap hands twice)

If you're happy and you know it,
Tap your toe
(Tap toes twice)
If you're happy and you know it,
Tap your toe
(Tap toes twice)
If you're happy and you know it,
Then your face will surely show it
If you're happy and you know it,
Tap your toe.
(Tap toes twice)

If you're happy and you know it,
Nod your head
(Nod head)
If you're happy and you know it,
Nod your head
(Nod head)
If you're happy and you know it,
Then your face will surely show it
If you're happy and you know it,
Nod your head.
(Nod head)

 

If you're happy and you know it,
Shout Hurray
(Shout "Hurray")
If you're happy and you know it,
Shout Hurray
(Shout "Hurray")
If you're happy and you know it,
Then your face will surely show it
If you're happy and you know it,
Shout Hurray.
(Shout "Hurray")

 

If you're happy and you know it,
Do all four

(Clap hands twice)

(Tap toes twice)

(Nod head)

(Shout "Hurray")
If you're happy and you know it,
Do all four
(Clap hands twice)

(Tap toes twice)

(Nod head)

(Shout "Hurray")

If you're happy and you know it,
Then your face will surely show it
If you're happy and you know it,
Do all four.
(Clap hands twice)

(Tap toes twice)

(Nod head)

(Shout "Hurray")

 

 

Begitu juga dengan lagu Old MacDonald seperti di bawah ini.

 

 

Old MacDonald

 

Old MacDonald had a farm,
Ee i ee i oh!
And on that farm he had some chickens,
Ee i ee i oh!
With a cluck-cluck here,
And a cluck-cluck there
Here a cluck, there a cluck,
Everywhere a cluck-cluck

Old MacDonald had a farm
Ee i ee i oh!

 

Old MacDonald had a farm,
Ee i ee i oh!
And on that farm he had some dogs,
Ee i ee i oh!
With a woof-woof here,
And a woof-woof-woof there
Here a woof, there a woof,
Everywhere a woof-woof

With a cluck-cluck here,
And a cluck-cluck there
Here a cluck, there a cluck,
Everywhere a cluck-cluck

Old MacDonald had a farm
Ee i ee i oh!

 

Old MacDonald had a farm,
Ee i ee i oh!
And on that farm he had some turkeys,
Ee i ee i oh!
With a gobble-gobble gobble-gobble here,
And a gobble-gobble gobble-gobble there
Here a gobble-gobble, there a gobble-gobble,
Everywhere a gobble-gobble-gobble

With a woof-woof here,
And a woof-woof-woof there
Here a woof, there a woof,
Everywhere a woof-woof

With a cluck-cluck here,
And a cluck-cluck there
Here a cluck, there a cluck,
Everywhere a cluck-cluck

Old MacDonald had a farm
Ee i ee i oh!

Old MacDonald had a farm,
Ee i ee i oh!
And on that farm he had some cows,
Ee i ee i oh!
With a moo-moo here,
And a moo-moo there
Here a moo, there a moo,
Everywhere a moo-ooo

With a gobble-gobble gobble-gobble here,
And a gobble-gobble gobble-gobble there
Here a gobble-gobble, there a gobble-gobble,
Everywhere a gobble-gobble-gobble

With a woof-woof here,
And a woof-woof-woof there
Here a woof, there a woof,
Everywhere a woof-woof

With a cluck-cluck here,
And a cluck-cluck there
Here a cluck, there a cluck,
Everywhere a cluck-cluck

Old MacDonald had a farm,
Ee i ee i oh!

 

Perhatikan lirik yang ditulis miring. Suara hewan bisa dimodifikasi sesuai jenis hewan yang disebutkan. Pada verse yang berikutnya selain menirukan suara hewan yang disebutkan pada verse itu, ditambahkan suara hewan yang ditirukan pada verse sebelumnya, terus begitu hingga verse terakhir. Agak rumit memang, tapi dengan menyanyikan lagu dengan pola yang runtut memungkinkan balita terbiasa berfikir secara sistematis. Alhasil dengan cara seperti ini secara tidak langsung anak dibiasakan berfikir melalui mindmapping yang kini dipopulerkan oleh Tony Buzan.

 

Lagu BINGO sepertinya perlu diajarkan pada anak yang sedang belajar membaca. Dengan menyanyi, anak akan merasa nyaman dan tidak seperti sedang belajar. Apalagi pada lagu BINGO ini, huruf dengan sengaja dihilangkan pada tiap-tiap verse dan diganti dengan tepukan dengan maksud agar anak bisa membedakan huruf yang membentuk kata BINGO.

 

BINGO

There was a farmer had a dog,
And Bingo was his name-o.
B-I-N-G-O!
B-I-N-G-O!
B-I-N-G-O!
And Bingo was his name-o!

There was a farmer had a dog,
And Bingo was his name-o.
(Clap)-I-N-G-O!
(Clap)-I-N-G-O!
(Clap)-I-N-G-O!
And Bingo was his name-o!

There was a farmer had a dog,
And Bingo was his name-o.
(Clap, clap)-N-G-O!
(Clap, clap)-N-G-O!
(Clap, clap)-N-G-O!
And Bingo was his name-o!

There was a farmer had a dog,
And Bingo was his name-o.
(Clap, clap, clap)-G-O!
(Clap, clap, clap)-G-O!
(Clap, clap, clap)-G-O!
And Bingo was his name-o!

There was a farmer had a dog,
And Bingo was his name-o.
(Clap, clap, clap, clap)-O!
(Clap, clap, clap, clap)-O!
(Clap, clap, clap, clap)-O!
And Bingo was his name-o!

There was a farmer had a dog,
And Bingo was his name-o.
(Clap, clap, clap, clap, clap)
(Clap, clap, clap, clap, clap)
(Clap, clap, clap, clap, clap)
And Bingo was his name-o!

 

Sementara ini saya masih belum menemukan lagu anak berbahasa Indonesia baik klasik maupun baru yang bisa mengajak anak belajar secara tidak langsung dan membentuk pola berpikirnya agar menjadi lebih kreatif. Mungkin juga karena keterbatasan lagu anak yang berkualitas maka saat ini pula saya sering menonton anak-anak bernyanyi lagu dewasa di acara televisi bergenre reality show plus kompetisi bernyanyi. Acara ini merupakan produk derivatif dari kompetisi bernyanyi untuk dewasa dan remaja yang beberapa tahun belakangan ini sukses meraup pemirsa.

 

Jadi mohon pada para pencipta lagu anak, ciptakanlah lagu yang mendidik dan dapat membentuk karakter kecerdasan anak agar kelak mampu bersaing dengan teman-temannya di belahan manapun di dunia ini.


Quote this article in website Related articles Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.7 © 2007-2008 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >
 
Free Web Hosting with Website Builder

Bookmark Ngopini

Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: StumbleUpon Add to: Yahoo Add to: Technorati Add to: Google
Social Bookmarking

Lintasan Ngopini





GrowUrl.com - growing your website

Statistics

Visitors: 50813
Copyright (c) 2008 Ngopini.Com. All rights reserved. Template designed by JOOMS