bookmark_picture module_picture
 

Sponsor Link

Tajuk Media & Opini

Tajuk Media dan Opini
Belajar dari Pembangunan Pertanian Soeha...
Belakangan ini harga pangan merayap naik...
More  ]
Gito Meninggal Dengan Indah
Penuturan Michelle, Istri Almarhum JAKAR...
More  ]
Kembaran Bumi Mungkin Ada di Alpha Centa...
JAKARTA, RABU - Planet yang yang dihuni ...
More  ]

Sponsor

 
FIFA vs PSSI : Sebuah Kompetisi Print E-mail
Monday, 03 March 2008
 

Hari ini saya baca di koran kalau FIFA akhirnya menghapus nama Nurdin Halid sebagai ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di situsnya www.fifa.com. Hehe...FIFA juga (sekumpulan) manusia, akhirnya hilang juga sabarnya.

Kita udah lama dengar polemik ini sejak FIFA memberi peringatan kepada PSSI untuk melakukan konsolidasi terkait status hukum ketuanya. Tapi herannya dengan keukeuh, pengurus PSSI lainnya kok membela sang ketua dengan dalih yang (keliatan banget) dicari-cari. Malah yang parah ada statement yang menyatakan bahwa FIFA tidak pernah memerintahkan untuk mengganti Nurdin Halid. Emang kok kalo urusan plintir memlintir kalimat, pejabat kita ini jagonya. 

 

Come on...masak FIFA perlu secara spesifik menyebutkan kalimat "ganti Nurdin!" untuk membuat para pejabat PSSI itu bersikap. Sekarang, dengan dihapusnya nama Nurdin Halid di situs FIFA, alasan apa lagi ya yang bakal dipersiapkan mereka? Saya jadi nggak sabar nunggu reaksinya. Tapi saya kok yakin ya, tetep akan ada pembelaan lagi buat pak ketua, walaupun bakal menghadapi konsekuensi sanksi FIFA. Kalau akhirnya PSSI dikenai sanksi, makin jauhlah backward leap kita dari persepakbolaan dunia.

 

Padahal saya lagi berharap dari bibit-bibit junior kita yang mulai rajin ikutan kompetisi kejuaraan dunia sepakbola anak-anak Danone Nations Cup. Ada harapan dari bakat individu-individu cilik kita lho. Dua tahun berturut-turut yaitu 2005 dan 2006 udah memperlihatkan prestasi membanggakan. Tahun 2005 merebut gelar The Best Attacking Team (gol terbanyak sejak digelarnya kompetisi ini) dan Irvin Museng sekarang dibina di team Ajax junior, Belanda. Berikutnya tahun 2006 diwakili team yang juga dari Makassar malah bisa menyodok peringkat empat dunia, dan menggondol gelar The Best Defense Team.

 

Payahnya, walaupun dulu juga udah pernah muncul harapan-harapan baru kayak Kurniawan, Kurnia Sandy, Bima Sakti, kok kalau pembinaan masih morat-marit ya akhirnya bakat-bakat sehebat apapun bakal lenyap ditelan kemorat-maritan itu sendiri. Intinya cuma kembali pada adanya keseriusan membina olahraga kita dan jangan dicampuri dengan kepentingan individu maupun golongan. Mudah-mudahan masih ada harapan buat olahraga Indonesia.


Quote this article in website Related articles Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.7 © 2007-2008 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev
 
Free Web Hosting with Website Builder

Bookmark Ngopini

Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: StumbleUpon Add to: Yahoo Add to: Technorati Add to: Google
Social Bookmarking

Lintasan Ngopini





GrowUrl.com - growing your website

Statistics

Visitors: 50772
Copyright (c) 2008 Ngopini.Com. All rights reserved. Template designed by JOOMS