KUALA LUMPUR - Pemilihan umum parlemen Malaysia mulai bergulir kemarin (24/2). Selain menguji kepopuleran Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi, pemilu Malaysia tahun ini terasa istimewa karena ikut bertarungnya generasi kedua tokoh-tokoh elite Malaysia. Misalnya, putra mantan PM Mahathir Mohamad, istri dan putri mantan Deputi PM Anwar Ibrahim, serta menantu laki-laki PM Badawi.
Pendaftaran keluarga untuk menjadi caleg tidak hanya terjadi di elite politik dari etnis Melayu. Lim Kit Siang, pemimpin oposisi dari etnis Tionghoa, juga mendorong putranya, Lim Guan Eng, dan istrinya Betty Chew mencalonkan diri di Bagam, Penang. Begitu pula dengan Ketua Democratic Action Party (DAP) Karpal Singh. Yang mendukung pencalonan putranya, Gobind Deo Singh, di Johor.
Pada tahap awal agenda pemilu kemarin, calon anggota legislatif mulai mendaftarkan diri ke komisi pemilu di wilayah pemilihan masing-masing sekaligus berkampanye untuk mengumpulkan dukungan bagi hari penentuan pilihan pada 8 Maret nanti.
Anak ketiga Mahathir, Mukhriz Mahathir, 44, mendaftarkan diri untuk menjadi caleg Partai United Malays National Organization (UMNO) dari wilayah Jerlun, Kedah. Istri Anwar Ibrahim yang juga presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR), Datin Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail, mengajukan pencalonan di Permatang Pauh, Penang. Masih separtai, Nurul Izzah Anwar, 27, anak sulung Anwar Ibrahim dan Wan Azizah, mendaftarkan pencalonan pertamanya di Lembah Pantai, Kuala Lumpur. Pemilik gelar master dari Johns Hopkins University, AS, dikenal luas di kalangan muda Malaysia dan Indonesia.
Majunya dua anggota keluarga dekat Anwar Ibrahim ini memunculkan spekulasi bahwa keduanya membawa misi untuk membuka pintu bagi mantan wakil PM dan menteri keuangan itu ke pemerintahan. Anwar yang kini menjadi tokoh oposisi terdepan, karir politiknya terhenti setelah masuk ke tahanan akibat tuduhan korupsi dan perbuatan sodomi pada 1998.
Dari keluarga Pak Lah (panggilan PM Badawi, Red), menantu laki-lakinya, Khairy Jamaluddin, 32, maju dalam pencalonan. Seperti Nurul Izzah, Khairy yang juga menjadi deputi ketua Pemuda UMNO tersebut melakukan debut dalam pemilu dengan menjadi calon di wilayah Rembau, negara bagian Negeri Sembilan.
Dari senioritas, Mukhriz Mahathir tampil paling meyakinkan. Selain skill politiknya ditempa saat menjadi pengurus sayap pemuda UMNO, dia sudah lima kali memenangi pemilihan di wilayah Kubang Pasu. Selain di bidang politik, Mukhriz matang sebagai pengusaha. Penerus klan Mahathir tersebut juga menjadi pucuk pimpinan di Bioven, produsen vaksin kanker, Opcom Holdings, Kosmo Tech, Perdana Peace Global Organisation, serta ketua asosiasi franchise Malaysia.
Sepak terjang Mukhriz juga didukung penuh oleh ayahnya. "Saya tidak berkampanye. Saya memberkati. Terserah orang-orang. Saya kan tidak bisa hanya bilang anak saya kuat dan cerdas," kata Mahathir.
Meski keluaga dekatnya terjun ke politik, sahabat dekat almarhum Soeharto itu berharap tidak ada budaya dinasti di politik Malaysia. "Saya tidak mau orang berpikir saya menyiapkan dinasti. Seharusnya, kita tidak punya dinasti dalam politik negara kita," tegasnya.
Pernyataan Mahathir tersebut sebenarnya lebih diarahkan kepada PM Badawi. Sebab, debut politik menantu Badawi, Khairy Jamaluddin, dengan menjadi caleg untuk Negeri Sembilan sangat menjanjikan.
Selain populer karena menikahi Nori Abdullah, putri Badawi, Khairy dikenal sebagai pemuda cerdas. Usai menyelesaikan pendidikan di Oxford University, Inggris, 2004, dia langsung terjun ke politik dan menang mutlak dalam pemilihan wakil ketua pemuda UMNO, menyisihkan Mukhriz Mahathir, putra mantan PM Mahathir.
Seperti Mukhriz, Khairy juga berbakat dalam bisnis. Dia memiliki saham relatif kecil di bank investasi ECM Libra yang belum lama ini membeli Avenue Capital Bhd, perusahaan pemerintah yang dimerger untuk pembangunan sebuah bank investasi terbesar di Malaysia.
Melesatnya "bintang" Khairy sempat mengundang pergunjingan di Malaysia. Pergunjingan itu sempat mencuat ke permukaan tahun lalu ketika mantan PM Mahathir Mohamad menuduh Khairy dan keluarganya sebagai kekuatan di balik kekuasaan Badawi.
Badawi yang biasanya enggan menanggapi komentar miring terpaksa buka mulut menanggapi tudingan seniornya tersebut. Dia mengaku, menantunya itu sesekali bekerja dengan dirinya. "Tapi, tidak ada bukti bahwa dia menyandera dan mengambil alih proyek pemerintah," tegasnya.
Menurut Badawi, ayah Khairy adalah Kamaluddin, salah satu orang terkaya di Malaysia. Jadi, tidak mungkin Kamal ingin menggunakan hubungan dengan dirinya untuk kepentingan bisnis.
Kontroversi pencalonan dua keluarga tokoh UMNO itu mengundang tanggapan Ketua Pemuda Barisan Nasional (BN) Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein. Politisi senior Malaysia itu menyatakan, semua kandidat yang diajukan BN harus melewati proses yang sama. "Tidak terkecuali bagi menantu PM dan putra mantan PM," tegasnya kemarin.
Sesuai tradisi di BN, lanjut Hishammuddin, semua caleg harus mendapat restu dari pemimpin tertinggi partai, kepala negara bagaian, dan masyarakat. "Saat saya mendiskusikan seorang kandidat dengan para menteri negara bagian dan pemimpin federal, maka kami membahasnya dari semua aspek. Khususnya apakah masyarakat bisa menerimanya atau tidak," jelasnya.
Pemilu Malaysia mengalokasikan 222 kursi parlemen pusat dan 505 kursi parlemen untuk 13 negara bagian. Pemilihan kali ini juga menjadi ujian kesolidan Barisan Nasional (BN) yang berkuasa sejak negeri tersebut merdeka pada 1957. BN merupakan koalisi 14 partai dengan motor utama tiga partai yang berbasis etnisitas, yakni Melayu, Tionghoa, dan India. Pada Pemilu 2004, BN meraih 199 di antara 219 kursi parlemen.(AFP/AP/RTR/kim) Jawa Pos, 25 Februari 2008
|