bookmark_picture module_picture
 

Sponsor Link

Tajuk Media & Opini

Tajuk Media dan Opini
Susilo Bambang Yudhoyono Masih Pilihan F...
JAKARTA--MI: Hasil survei nasional yang ...
More  ]
Kembaran Bumi Mungkin Ada di Alpha Centa...
JAKARTA, RABU - Planet yang yang dihuni ...
More  ]
Presiden Ingatkan Perkuat Pasar Kerajina...
Jakarta, 23/4 (ANTARA News) - Presiden S...
More  ]

Sponsor

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Syndicate

Halaman Depan
 
Reversal Paradox Print E-mail
Saturday, 23 February 2008
 

Pernah kepikir kan kenapa Indonesia kok ga pernah berpartisipasi di Piala Dunia? Pasti sekarang udah ga kepikir lagi, udah ah ngapain dipikirin, nikmati aja perhelatan dunia ini tanpa Indonesia, lebih seru malah...gitu kali pemikiran kamu.

 

Emang sih, berharap Indonesia masuk putaran final Piala Dunia kayak mengharap hujan salju turun di Jakarta (bisa aja kejadian kan? tapi kecil banget kemungkinannya).  Kalian pernah ga membandingkan berbagai prestasi olahraga kita selama ini. Kalo gw coba mengurut-urut sejarah prestasi olahraga kita, kayaknya kita cuma unggul di bidang olah raga yang mengandalkan individu, bukan tim. Coba, kalian sebutin olahraga apa yang kita pernah juara dunia, atau paling tidak dapet medali di Olimpiade. 


Kita mulai dari bulutangkis. Biar Piala Thomas atau Uber itu kejuaraan beregu, tapi tiap game kan dimainkan perorangan, paling banter ganda. Tenis juga mirip sama bulutangkis. Siapa yang kita gadang-gadang setelah Yayuk Basuki? Wynne Prakusya dan Angelique Widjaja. Semuanya pemain tunggal. Yang putra malah ga terdengar prestasinya. Apalagi ya? tinju,...kan ga ada ya tinju kolektif (:D). Catur, kita punya Grand Master Internasional Utut Adianto. Sekarang lagi menggarap para pecatur muda. What next?...oya...panahan, lumayan berbicara di arena olimpiade.

 

Sekarang gw mencoba menarik garis merah antara olahraga negeri ini dengan sportivitas bukan hanya dalam lingkup olahraga. Olahraga sudah tentu memerlukan sportivitas dalam kegiatannya. Sudahkah sportivitas ini kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat? dalam kehidupan bernegara? dalam kehidupan berpolitik? Sebagai orang awam, gw melihat kondisi kita sekarang ini banyak diakibatkan mentalitas individualistis masyarakat kita. Ingat kan sama semua drama politik selama ini? yang kalah ga mau mengaku kalah secara sportif. Di tingkat daerah malah ada yang pake acara gugat menggugat soal perolehan suara. Ini semua memperlihatkan agenda individu, minimal golongan. Untuk golongan sendiri juga ga kurang yang pecah lantaran beda aspirasi atau saling menusuk di dalam.

 

Ironis ya, di saat negara-negara lain secara kompak baik rakyat dan pemerintahnya bersama-sama berlomba untuk menjadi yang terbaik, kita justru terpuruk karena rakyat dan pemerintah ga kompak, politisi saling serang, yang berseberangan dengan pemerintah terus mencari kesalahan mereka yang sedang berkuasa. Mestinya kan kita bisa analogikan negara ini dengan tim sepakbola yang sekarang sedang berkompetisi. Ada pengusaha yang menjadi striker, mencari peluang investasi, ujung tombak bagi tim. Pemerintah sebagai jendral lapangan, mengatur serangan dengan memberikan umpan-umpan matang agar dimanfaatkan pengusaha untuk menciptakan gol ke gawang lawan. Dewan legislatif, sebagai defender, menciptakan regulasi yang mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengusaha dalam menjalankan tugasnya di depan. Terakhir, dewan yudikatif harus mampu menjadi tembok pengaman bagi terjadinya segala jenis pelanggaran yang bisa menurunkan prestasi tim negara kita ini. Nah...gimana menurut kamu? mampukah Indonesia berkiprah di Piala Dunia beberapa tahun kedepan?


Quote this article in website Related articles Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.7 © 2007-2008 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >
 
Free Web Hosting with Website Builder

Bookmark Ngopini

Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: StumbleUpon Add to: Yahoo Add to: Technorati Add to: Google
Social Bookmarking

Lintasan Ngopini





GrowUrl.com - growing your website

Sedang Online

Statistics

Visitors: 50801
Copyright (c) 2008 Ngopini.Com. All rights reserved. Template designed by JOOMS